Tentang Kami

Tentang Kami

Perpustakaan ISQI Sunan Pandanaran – dari rak buku menjejak peradaban.

Sejarah Perpustakaan ISQI

Sejarah berdirinya Perpustakaan ISQI Sunan Pandanaran tidak terlepas dari berdirinya lembaga induknya, yaitu STAI Sunan Pandanaran pada 27 Januari 2012.
Berangkat dari hibah koleksi kitab para pimpinan di PP. Sunan Pandanaran dan buku-buku koleksi Dosen program studi IAT dan IT sebagai program studi yang didirikan pertama kali,
perpustakaan berusaha memenuhi koleksi bahan pustaka untuk menunjang perkuliahan dan pengembangan diri mahasiswa.
Selama 12 tahun berdiri, perpustakaan dikelola dan dikembangkan dengan manajemen perpustakaan yang sangat sederhana.

Pada tahun 2025 seiring perubahan bentuk institusi dari sekolah tinggi ke institusi,
mengusung slogan “dari rak buku menjejak peradaban”,
Perpustakaan ISQI Sunan Pandanaran mulai membenahi diri dari berbagai aspek seperti tata kelola, layanan, pengembangan koleksi, hingga terlibat dalam pengembangan Tridarma perguruan tinggi dan kebijakan strategis institusi.

Visi Perpustakaan

“Menjadi pusat sumber belajar yang mendukung perluasan wawasan dan pelaksanaan Tridarma civitas academica ISQI Sunan Pandanaran yang berlandaskan pada nilai-nilai Qur’ani.”

Misi Perpustakaan

  • Menyediakan dan mengelola sumber daya informasi yang relevan, mutakhir, dan berwawasan luas untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  • Membangun layanan perpustakaan yang profesional, inklusif, dan mudah diakses oleh civitas academica.
  • Mengembangkan program literasi informasi yang berorientasi pada pembentukan karakter akademik dan spiritual berbasis nilai-nilai Qur’ani.
  • Mengintegrasikan teknologi informasi dalam penyediaan layanan perpustakaan guna memperluas jangkauan dan efektivitas pemanfaatan koleksi.
  • Mendorong budaya belajar sepanjang hayat dengan menciptakan lingkungan perpustakaan yang nyaman, inspiratif, dan kondusif untuk pengembangan intelektual.

© 2025 Perpustakaan ISQI Sunan Pandanaran | dari rak buku menjejak peradaban